Berita Inforamsi Bola Terbaru 2021
Sinovac Siap Produksi Vaksin Khusus Lawan Varian Omicron Jika Diperlukan | WHO: Belum Ada Bukti Varian Omicron Lebih Menular | Jokowi Minta KORPRI Bergerak Lebih Lincah dan Tinggalkan Sekat Ego Sektoral | Marak Vandalisme di Solo, Gibran Bakal Tambah CCTV | Propam Limpahkan Laporan Dugaan Kriminalisasi di Sumut ke Bareskrim | BPJS Kesehatan Sabet Indonesia Best Brand Award 2021 | Demo Ricuh Pemuda Pancasila, Polisi Ingatkan Tak Boleh Ada Ormas di Atas Hukum | Ketua DPR Ajak Semua Pihak Selesaikan RUU TPKS | Sedang Berlangsung Big Match BRI Liga 1! Yuk Saksikan Live Streaming Persija Vs Bali United | Satgas Ingatkan Daerah Alami Kenaikan Kasus Covid-19 Tak Lengah Prokes | Damri Uji Coba Bus Listrik Di Bandara Soekarno-Hatta | Tempat Asyik untuk Bersantai Sore di Bali, 3 Beach Club Ini Siap Menanti | Cegah Korupsi, KPK Perkuat Pendampingan dan Pengawasan di Papua | Komisi IV Apresiasi Penanaman Perdana Inpari Nutrizinc Kementan di Cianjur | Transformasi Digital dan Kinerja Telkom Berhasil Gaet Investor Asing |
Home Sitemap Cari disclaimer Contack Me  

Program Intervensi Kemnaker Fokus Kurangi Kemiskinan Ekstrem di NTT

Oleh : Rista Simbolon (Via IDN Times ) | Diterbitkan 1 month ago | Short link: https://oto.sumutkota.com/link/9118296

Bagikan Ke : Facebook Twitter


Kupang, IDN Times -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan pemerintah Indonesia terus melakukan program dan langkah percepatan pengurangan kemiskinan ekstrem di 7 provinsi. Salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sendiri mengambil bagian dan serius untuk melakukan intervensi program agar kemiskinan ekstrem ini dapat hilang. 

"Sesuai arahan Bapak Wapres tadi ada dua yang dilakukan pemerintah yaitu memberikan perlindungan sosial dan melakukan pemberdayaan, melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dua langkah ini dibutuhkan agar lepas dari kemiskinan ekstrem," kata Menaker Ida usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2021 di NTT yang dipimpin oleh Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin, Kupang (17/10).

1. Program perluasan kesempatan kerja

Menaker Ida mengatakan dalam rangka mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem khususnya di NTT ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sudah, sedang, dan terus melakukan berbagai bentuk intervensi program antara lain melalui program perluasan kesempatan kerja dan program pelatihan vokasi dan produktivitas.

Intervensi pertama yang dilakukan melalui program perluasan kesempatan kerja. Program ini bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan/atau mengembangkan lapangan pekerjaan yang tersedia.

"Pada tahun 2021 ini, program perluasan kesempatan kerja juga kami lakukan dengan memberikan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Mikro dan Ultra Mikro di NTT ini. Saya nilai program ini tepat untuk membantu menanggulangi kemiskinan ekstrem di wilayah ini," kata Ida.

2. Memitigasi dampak pandemi COVID-19

Selain dapat mengurangi pengangguran secara signifikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program perluasan kesempatan ini juga diberikan untuk memitigasi dampak pandemi COVID-19.

Program intervensi Kemnaker yang kedua lanjut Ida yaitu menggelar pelatihan vokasi dan produktivitas antara lain peningkatan program pemagangan dalam dan luar negeri, peningkatan kualitas mutu dan lembaga dari lembaga pelatihan kerja, dan berbagai program peningkatan produktivitas. 

"Di wilayah NTT ini kami juga mengadakan pelatihan berbasis kompetensi/vokasi yang kami harap alumni pelatihan itu dapat masuk ke pasar kerja atau berwirausaha secara mandiri. Bukan malah menambah pengangguran baru," kata Ida. 

3. Berikan BSU

Selain dua bentuk intervensi program itu, tahun 2021 ini, pemerintah juga memberikan Bantuan Subsidi Gaji/Upah (BSU) guna melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi pekerja/buruh dalam penanganan dampak COVID-19) khususnya di wilayah NTT ini. 

"Kami harap dengan adanya berbagai intervensi program yang kami lakukan dapat berkontribusi positif untuk menghilangkan kemiskinan ekstrem di NTT," tutup Ida.

Adapun yang hadir dan ikut dalam rakor tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, para Bupati di NTT yaitu Bupati Sumba Timur, Bupati Timor Tengah Selatan, Bupati Rote Ndao, Bupati Sumba Tengah, dan Bupati Sumba Tengah. (WEB)



Program Intervensi Kemnaker Fokus Kurangi Kemiskinan Ekstrem di NTT | Bang Naga | on 10:20:21pm Selasa 30 November 2021 | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Program Intervensi Kemnaker Fokus Kurangi Kemiskinan Ekstrem di NTT
Description: Program Intervensi Kemnaker Fokus Kurangi Kemiskinan Ekstrem di NTT
Alamat: https://oto.sumutkota.com/news/9118296/program-intervensi-kemnaker-fokus-kurangi-kemiskinan-ekstrem-di-ntt.html
Artikel Terkait


                            WHO: Belum Ada Bukti Varian Omicron Lebih Menular

WHO: Belum Ada Bukti Varian Omicron Lebih Menular


Sumutkota.com ... Read More →



                            Marak Vandalisme di Solo, Gibran Bakal Tambah CCTV

Marak Vandalisme di Solo, Gibran Bakal Tambah CCTV


Sumutkota.com ... Read More →



                            BPJS Kesehatan Sabet Indonesia Best Brand Award 2021

BPJS Kesehatan Sabet Indonesia Best Brand Award 2021


Sumutkota.com ... Read More →



                            Ketua DPR Ajak Semua Pihak Selesaikan RUU TPKS

Ketua DPR Ajak Semua Pihak Selesaikan RUU TPKS


Sumutkota.com ... Read More →




                            Damri Uji Coba Bus Listrik Di Bandara Soekarno-Hatta

Damri Uji Coba Bus Listrik Di Bandara Soekarno-Hatta


Sumutkota.com ... Read More →





Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest Update

  • Panas! Xiaomi Segera Bangun Pabrik Mobil, Oppo Ikut-ikutan Mau Bikin
  • Sempat Dikira Editan, Viral Pasutri Naik Motor Bebek Supra sampai ke Paris
  • Top 10 Mobil Made In Indonesia yang Laris di Luar Negeri
  • Kode Keras Yamaha Mau Luncurkan R15 V4 di Indonesia Besok
  • Simulasi Kredit All New Daihatsu Xenia, Cicilan Masih di Bawah Rp 5 Juta
  • Lorenzo: Yamaha Belum Setara dengan Ducati
  • Tahun 2040 Honda Cuma Jualan Mobil Listrik di Indonesia
  • 10 Mobil Made In Indonesia Paling Diminati di Luar Negeri: Nomor 1 Bukan Avanza
  • Di Jakarta Masih Ribut-ribut, Mobil Terbaru Formula E Gen3 Mulai Unjuk Gigi

  • Terpopuler

  • Sempat Dikira Editan, Viral Pasutri Naik Motor Bebek Supra sampai ke Paris
  • Top 10 Mobil Made In Indonesia yang Laris di Luar Negeri
  • Panas! Xiaomi Segera Bangun Pabrik Mobil, Oppo Ikut-ikutan Mau Bikin
  • 10 Mobil Made In Indonesia Paling Diminati di Luar Negeri: Nomor 1 Bukan Avanza
  • Kode Keras Yamaha Mau Luncurkan R15 V4 di Indonesia Besok
  • Simulasi Kredit All New Daihatsu Xenia, Cicilan Masih di Bawah Rp 5 Juta
  • Lorenzo: Yamaha Belum Setara dengan Ducati
  • Tahun 2040 Honda Cuma Jualan Mobil Listrik di Indonesia
  • Merasakan Perubahan Drastis All New Honda BR-V
  • Mobil-mobil Kini Bertenaga Listrik, Ribuan Karyawan Bosch Terancam Di-PHK
  • Mitsubishi Pasang Alat Ini di Xpander Supaya Pajak Nggak Mahal
  • Ini Mobil Keluarga yang Antarkan Rifat Sungkar Juara Nasional Sprint Rally
  • Di Jakarta Masih Ribut-ribut, Mobil Terbaru Formula E Gen3 Mulai Unjuk Gigi
  • Ini Dia Mobil Made in Indonesia yang Laris di Luar Negeri
  • Mandalika Gelar Asia Talent Cup 2 Kali Tahun Depan Bareng MotoGP dan WSBK
  • Siap-siap! Harga Mobil Bisa Melonjak Tinggi Usai Tahun Baru
  • Gila! Rifat Sungkar Juara Nasional Sprint Rally Pakai Mobil Keluarga
  • Ngeri Banget! Pemotor Diseruduk Truk Kontainer saat Jongkok Isi Angin di SPBU
  • Mobil Made In Indonesia Laris di Luar Negeri, Sudah 235 Ribu Unit Diekspor
  • Ternyata Segini Kecepatan Mobil Sean Gelael-Bamsoet saat Kecelakaan
  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
    © 2017 - 2021 oto.sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds